![]() |
| Sumber gambar disini |
*Tulisan ini terpilih sebagai juara harapan pada lomba artikel yang diadakan oleh Koran KOMPAS tahun 2012
Dewasa ini
wirausaha menjadi topik perbincangan yang hangat. Disamping peluang keuntungan
yang ditawarkannya, wirusaha pun menawarkan fleksibilitas waktu bagi pelakunya.
Selanjutnya, kini wirausaha pun mulai memasuki banyak kalangan, termasuk
mahasiswa. Mahasiswa dengan jiwa muda nya sangat potensial untuk merambah
bidang ini. Selain itu, mahasiswa memiliki banyak kreatifitas yang terkadang
tidak dipikirkan oleh kebanyakan orang.
Pemerintah
terkait sebenarnya sudah berupaya untuk memfasilitasi kewirausahaan di kalangan
mahasiswa. Sebut saja, Program Mahasiswa Wirausaha atau PMW. Atau Program
Kreatifitas Mahasiswa bidang kewirausahaan atau PKM-K yang di luncurkan dengan
salah satu tujuan untuk merangsang jiwa wirausaha mahasiswa. Program ini patut
kita apreasisi. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah untuk mengembangkan
potensi tersembunyi yang ada pada diri para mahasiswa.
Setelah
diluncurkannya program PKM (yang salah satunya PKM bidang kewirausahaan) pada
tahun 2001, animo Mahasiswa terlihat sangat tinggi. Terbukti dari pernyataan
yang diungkap oleh Kepala Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (DIT LITABMAS) Prof. Agus Subekti, M.Sc,
Ph.D dalam acara sarasehan Pimpinan Perguruan Tinggi bidang
Kemahasiswaan di Ballroom Asri Medical Center (AMC) UMY, selasa malam tanggal
10 Juli 2012. Agus mengungkapkan adanya peningkatan minat dari mahasiswa
untuk ikut serta dalam PKM untuk maju ke PIMNAS. “Maka sebagai penampung
dan pengembangan kreasi dan inovasi universitas ataupun lembaga pendidikan lainnya diharapkan memberikan
fasilitas yang memadai pula” (Humas UMY, 11/07/2012).
Hal ini
menunjukkan perhatian Mahasiswa untuk merubah mind set nya
tentang peluang kerja. Mahasiswa mulai menyadari kalau ternyata dengan
berwirausaha akan berdampak baik bagi dirinya terlebih lagi bagi bangsa
Indonesia. Dengan berwirausaha, akan banyak pengangguran yang terserap menjadi
produktif. Pada akhirnya akan mengangkat perekonomian bangsa. Hal ini
dimungkinkan karena akan banyak kebutuhan sumber saya manusia untuk diserap
menjadi karyawan. Dan inilah salah satu keunggulan berwirausaha.
Dari tahun ke
tahun, jumlah lulusan perguruan tinggi makin meningkat. Kita patut bergembira
dengan hal ini. Namun, hal tersebut akan percuma jika jumlah lulusan nihil
kompetensi dan prestasi. Kuantitas yang tinggi dengan kualitas rendah
rasa-rasanya sangat tidak kita harapkan. Fenomena ini akan berimplikasi
terhadap banyaknya pengangguran terdidik.
Secara
statistik, berdasarkan data yang dilansir BPS, Pengangguran Terbuka (TPT)
di Indonesia pada Februari 2013 sebesar 5,92 %.
Miris memang. Hal yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah pengangguran terdidik ini yang paling ampuh adalah dengan dibekalinya mahasiswa dengan skill wirausaha. Pihak perguruan tinggi diharapkan untuk memfasilitasi mahasiswa dengan perbekalan seputar dunia wirausaha. Diantaranya dengan pengadaan mata kuliah pilihan kewirausahaan. Diharapkan dengan adanya mata kuliah tersebut bisa merangsang jiwa entrepreneur mahasiswa dan ketika mereka lulus paling tidak bisa bermanfaat untuk mengisi waktu sebelum mereka menjadi seorang pegawai. Sebenarnya akan lebih baik jika itu menjadi pilihan karir yang utama. Namun, pilihan ada di tangan mahasiswa sendiri.
Miris memang. Hal yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah pengangguran terdidik ini yang paling ampuh adalah dengan dibekalinya mahasiswa dengan skill wirausaha. Pihak perguruan tinggi diharapkan untuk memfasilitasi mahasiswa dengan perbekalan seputar dunia wirausaha. Diantaranya dengan pengadaan mata kuliah pilihan kewirausahaan. Diharapkan dengan adanya mata kuliah tersebut bisa merangsang jiwa entrepreneur mahasiswa dan ketika mereka lulus paling tidak bisa bermanfaat untuk mengisi waktu sebelum mereka menjadi seorang pegawai. Sebenarnya akan lebih baik jika itu menjadi pilihan karir yang utama. Namun, pilihan ada di tangan mahasiswa sendiri.
Sebenarnya,
selain pemerintah terkait ada pula pihak-pihak swasta yang mengadakan
kompetisi-kompetisi bisnis. Event-event ini sebenarnya merupakan peluang yang
bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengenalkan produknya atau sekedar mencari
tambahan modal. Hadiah yang ditawarkan pun biasanya fantastis, bisa
mencapai puluhan juta rupiah. Namun, sekali lagi ini menuntut kreatifitas
mahasiswa untuk mengeksplor ide-ide brilian dan out of the box. Tidak
hanya itu, diharapkan ide yang ditelurkan bisa bermanfaat bagi masyarakat
sekitar.
Jadi, kendala
modal sebenarnya jangan dijadikan alasan utama untuk takut memulai wirausaha.
Karena yang terpenting adalah adanya tekad yang kuat dan nilai jual dari ide
mahasiswa itu sendiri juga berbeda dengan usaha-usaha yang sudah ada.
Wirausaha
sebenarnya tidak melulu harus memiliki produk. Seseorang yang memiliki jiwa
wirausaha berpikiran bahwa apapun bisa menghasilkan uang. Otaknya selalu
berpikir tentang peluang-peluang yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, yang
tidak kalah penting adalah penguatan jiwa wirausaha di kalangan Mahasiswa. Hal
ini bisa diupayakan melalui acara-acara seminar tentang wirausaha. Iklim
wirausaha di kampus harus dibangun sedemikian rupa sehingga mahasiswa akrab
dengan dunia wirausaha. Ini tentunya membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang
solid antar pihak terkait. Dalam hal ini pihak perguruan tinggi, DIRJEN DIKTI,
dan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap perkembangan jumlah wirausaha di
Indonesia.

0 komentar for "Potensi Wirausaha pada Jiwa Mahasiswa"
Post a Comment