TANPA JUDUL
![]() |
| Sumber : https://img.youtube.com/vi/OCSdWX0w8Xo/0.jpg |
Entah kenapa saya ingin menulis ini. Bukan apa-apa, bukan hal spesial pula. Yang jelas dorongan menulis itu bisa datang tanpa diundang. Mampir begitu saja menggelitik imajinasi untuk merayu tangan menuliskannya dalam layar putih. Aku bingung ini temanya apa. Namun, kucoba untuk mengikutinya. Apa maunya. Terkadang, seringkali ku berfikir tentang hidup di dunia ini untuk apa. Padahal ujung-ujung nya mati jua. Sulit mencari jawabnya, padahal jawabnya ada sejak dulu kala. Dari banyak cerita para guru, para ustadz, para mentor, dan para pembicara jelas sekali kalau hidup manusia berbeda dengan cacing. Berbeda dengan ayam, ikan, cicak, sapi, dan aneka satwa lain. Hidup manusia itu amat berharga jika hanya dihabiskan tanpa makna. Karena sudah barang tentu kita tahu, kalau sehabis mati kita, pada ujung nya akan ada hari kebangkitan. Hidup setelah mati. Itu lah sebenar-benarnya hidup. Ada yang bilang, tak akan dibatasi oleh mati lagi. Lalu, manusia banyak terjebak di gemerlapnya dunia yang semuanya sebenarnya sudah tahu masanya hanya sementara. Akan tetapi, karena terlalu terlena, seakan-akan hidupnya di dunia adalah selamanya. Harta dikumpulkan sebanyak-banyak nya tanpa pandang statusnya, haramkah, atau halalkah ? Sering kita dengar orang ngomong "Cari yang haram aja susah, apalagi cari yang halal, pasti lebih susah". Miris, mendengarnya. Dikala celetukan itu menguap ke permukaan, dan terlontar dari mulut seorang manusia. Barangkali bisa jadi mereka miskin ilmu. Miskin iman. Hingga tega berucap demikian. Padahal jelas, yang haram dan halal tak bisa disatukan, layaknya minyak dengan air, selamanya musuh bebuyutan.
Nah, katakanlah mereka itu miskin iman dan miskin ilmu. Lalu, pertanyaannya siapa yang salah ? Jelas tak ada yang mau dianggap bertanggung jawab atas kemiskinan ilmu dan iman pada segelintir orang itu. Pemerintah, guru, Ustadz, Kyai, Dosen, Orang Tua, Pebisnis ? jelas tak akan ada yang mau. Terus siapa yang mau menanggung dosa mereka ? Apa mereka sendiri ?
Kita stop pembicaraan tentang mereka, ya segelintir orang itu. Kita berlanjut pada topik lain. Ini tentang keedanan zaman sekarang ini. Zaman yang telah hampir berakhir. Zaman yang di juluki "AKHIR ZAMAN". Bentar lagi barang kali kiamat, kalau tak ada orang lagi yang beriman. Mengindahkan ajarannya yang hakiki, Islam, katakanlah. Pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, Korupsi, Suap menyuap telah jadi tontonan akrab di televisi. Tiap hari selalu saja ada. Jadi santapan harian tak ubahnya nasi saja. Aturan-aturan agama telah banyak dilanggar dan dianggap angin lalu, dianggap tak penting. Jelas saja zaman jadi edan. Peraturannya saja banyak di langgar. Diabaikan. Ditelantarkan. Lantas, apakah zaman yang edan ini harus menuntut kita jadi edan pula ? Jelas tidak, kita harus tetap waras, dan harusnya mewaraskan zaman yang edan ini. Tak ada manusia yang tak waras, hanya kelakuaannya saja yang edan. Banyak faktor yang mempengaruhinya.
Tulisan ini tanpa ending. Biar saja ini mengambang. Dan biar saja pembaca meneruskan kira-kira apa yang pantas dituliskan untuk menjadikan tulisan ini pantas dan utuh. Doakan saja, semoga aku dapat inspirasi untuk melanjutkannya lagi dilain waktu.
Salam hangat, Irfan Ilmy
Bandung, 27 Juli 2013

0 komentar for "TANPA JUDUL "
Post a Comment