![]() |
| Sumber http://www.tempo.co/read/news/2013/04/08/058472033/Di-Sulawesi-Selatan-2-Warga-Diserang-Anjing-Gila |
![]() |
| http://ridwanaz.com/kesehatan/anjing-gila-pengertian-sejarah-penyebab-cara-mengatasi/ |
Teman-
teman apakah kalian pernah dikejar anjing ?
Emang gimana sih rasanya dikejar anjing itu ? Pasti nggak bakalan bisa
jawab, soalnya ngga pernah kan ya ?
Nah,
saya akan bercerita tentang pengalaman dikejar anjing. Sesuatu yang tidak
pernah dimimpikan sebelumnya. (sebelumnya pernah ketak tapi bukan mimpi
dikejar anjing, tapi dikejar monyet. Tapi, anehnya tempatnya itu berdekatan
antara di kenyataan dan di mimpi.)
Tak
pernah ada firasat kalau sore itu (baca : Minggu, 5 Mei 2013) akan ada kejadian
luar biasa yang menimpa saya. Ya, itu adalah peristiwa dikejar anjing. Sore
tadi itu sebenarnya saya mau pulang ke kosan, sehabis hunting foto. nih dia
foto- fotonya.
![]() |
| Bermain di tengah sampah |
![]() |
| Menunggu pembeli |
![]() |
| Ada bis kuning UI di belakang sport hall UPI,, saya foto aja, daripada jauh- jauh ke UI |
Ketika
sampai di dekat lapangan soft ball bumi siliwangi dari kejauhan saya melihat
seekor anjing berwarna kuning kecoklatan sedang asik menggigit sepatu bekas.
Saya sebenarnya mengira kalau itu tikus yang ukurannya gede. Eh pas diliat-
liat ternyata cuma sepatu butut yang mungkin dibuang begitu saja oleh
pemiliknya. Saya pun berjalan dengan santainya tanpa ada ketakutan sebelumnya,
meskipun si anjing berada dekat dengan saya. Tiba- tiba…….. si anjing berlari ke
arah saya dengan memasang muka marah. Di hati saya sempat bertanya, “emang
gua salah apa ke si anjing. Emang tampang gua menyeramkan atau seperti muka
penjahat ?”.
Saya
masih ingat jelas wajah anjing yang siap mengoyak- ngoyak saya. Entah apa
jadinya kalau sampai itu terjadi. Entah bagian tubuh saya sebelah mana yang
pertama kali akan ia gigit. Pokoknya serem banget deh kalau kalian yang
ngalamin sendiri kejadian itu.
Ketika
si anjing (sebut saja anjing kuning) itu berlari ke arah saya, sontak saya pun
langsung berlari sekencang- kencangnya. Saya berlari memutar dan menuju arah
lapang softball. Ketika lari secepat-ceparnya di lapang, saya terpeleset dan
hampir terjatuh. Bayangkan kalau saya beneran terjatuh mungkin tulisan ini ngga
bakalan kalian baca. Soalnya mungkin saya sedang berbaring lemah di ranjang
rumah sakit. Ketika itu saya tidak ingat apa- apa. Pokoknya lari sekencang
mungkin dan jangan sampai si anjing kuning itu bisa menjangkau tubuh saya. Saya
berlari sambil teriak, “Bapa…bapa…..” (malu- maluin, he. Padahal ngga terlalu
jauh dari TKP ada beberapa orang bule yang berjalan berlawanan arah dengan
saya. Entah apa reaksi mereka melihat saya dikejar anjing, dan berteriak
seperti itu.)
Namun,
Alhamdulillah Allah masih menyayangi saya. Seusai saya berusaha sekuat tenaga
buat lari sambil teriak itu si anjing pun terlihat menurunkan tempo larinya
hingga akhirnya ia pun berhenti mengejar saya. Sementara saya langsung berlari ke
arah bapak- bapak yang sedang duduk- duduk di bawah pohon.
Sambil
terengah- engah saya nyerita kalau saya habis dikejar anjing. Si bapa itu
nampaknya agak tersenyum. Ternyata eh ternyata beliau adalah tukang jagung
rebus yang lagi beristirahat.
“Anjing
yang mana ? yang coklat ? emang sih anjing itu mah galak ” katanya.
“saya
juga emang ngga buat dia marah kok pak, ngga tahu tuh si anjing..”balas saya.
Kemudian
saya malah dapat ilmu dari si tukang jagung rebus itu. Katanya kalau ada anjing
berlari, jongkok saja sambil pura- pura mau ngelempar anjing pasti ketakutan.
Nah, coba kalau anjingnya penakut, kalau anjingnya pemberani gimana coba ?.
Pengalaman
yang sungguh luar biasa. Pengalaman yang membuat saya makin bisa memaknai hidup
dan makin bersyukur kepada Allah atas segala kebaikannya. Kalaupun saya jadi
digigit sama si anjing kuning itu, paling juga itu merupakan cara Allah untuk
menghapus beberapa dosa saya. Tapi, Allah lebih menyayangi saya dengan
menyelamatkan dari serangan membabi buta anjing kuning itu. Kalau saya jadi
digigit mungkin besok hari saya ngga bakalan kuliah dan teman- teman juga
nampaknya bakalan jenguk saya di rumah sakit. Alhamdulillahnya ngga jadi
digigit. jadi ke rumah sakit nya ngga jadi juga. Dan besok insya Allah bisa
kuliah seperti biasa.
Demikian
cerita pengalaman singkat ini. Semoga pembaca bisa mengambil hikmah dari cerita
ini dan lebih berhati- hati lagi kalau misal ada anjing.
Akhirul
kalam. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..





hiks sama
ReplyDelete