Wednesday, 28 November 2012

UPI, Orang Bilang Universitas Pesantren Indonesia, benarkah ?



UPI, Orang Bilang Universitas Pesantren Indonesia, benarkah ?

Kampus merupakan tempat para mahasiswa untuk memperdalam Ilmu pengetahuan secara lebih terfokus. Lain halnya dengan ketika duduk di bangku SMA yang mata pelajarannya masih umum. Pembelajaran di sekolah dan di kampus pun sangat berbeda. Hal ini terlihat dari prosesnya yang ketika kita masih berada pada tataran sekolah, kita belajar dengan cara istilahnya disuapi oleh guru. Sedangkan ketika kita sudah menjadi warga kampus atau disebut mahasiswa cara, seperti itu sudah jarang dipakai atau bahkan ditinggalkan, karena ketika di bangku kuliah, maka mahasiswa lah yang mencari dan belajar sendiri. Dosen di kampus hanya sebagai fasilitator bagi sang Mahasiswa.
 Kualitas sebuah kampus ditentukan dari banyak faktor. Faktor tersebut adalah dari para mahasiswa sendiri, para pejabat kampus dan komponen- komponen terkait yang senantiasa bekerja keras untuk mewujudkan kemajuan kampus dalam segala bidang. Hal yang tidak kalah penting yaitu program- program yang diadakan oleh pihak kampus sendiri. Program yang dicanangkan semestinya menjadikan satu anak tangga tahapan menuju cita-cita besar mewujudkan kampus yang ideal. UPI, sebagai kampus yang namanya sudah masyhur di Indonesia telah memilikinya dan dalam proses pembenahan diri untuk menggeliat bangun menuju kampus yang berkualitas.
Salah satu hal yang saya kagum dengan UPI adalah berkaitan dengan  UPI yang bermotto Religius. Motto ini harus kita acungi jempol lalu perlu didukung penuh. Tidak banyak kampus yang berpikiran sampai ke arah seperti ini. Bahkan kebanyakan kampus-kampus lain mementingkan akademik diatas segalanya. Padahal akademik tanpa jiwa religius yang disandang, tentunya akan bermakna kosong dan hampa. Percuma jika otak cerdas namun berhati culas semuanya tidak akan berarti.
Mimpi besar untuk mewujudkan kampus UPI yang religius perlu di direalisasikan, bukan hanya menjadi tempelan yang menjadi hiasan di gedung masing- masing Fakultas. Semuanya tidak akan berguna tanpa ada aksi untuk mewujudkannya. Mimpi hanya akan menjadi sekadar mimpi belaka. Oleh karena itu segala upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pihak terkait yang rindu dengan suasana UPI yang agamis patut kita berikan apresiasi setinggi-tingginya sembari kita pun berkontribusi semampu kita sesuai bidang yang kita tekuni saat ini.
Setidaknya ada beberapa indikator yang menjadikan UPI sekarang sebagai Universitas yang bernuansa Religius.
 Pertama, Islamic Tutorial Center atau sering kita kenal dengan Al-Furqon selalu dipenuhi oleh jemaah yang akan melaksanakan shalat berjama’ah atau untuk mendiskusikan keilmuan agama dalam bentuk kajian-kajian kecil. Hal ini dipandang sangat baik dan mencerminkan kehidupan kebanyakan warga UPI yang cenderung sudah mengamalkan ajaran Islam. Nampaknya Al-Furqon tidak pernah sepi dari kunjungan orang-orang yang akan melakukan berbagai aktifitas disana.  Kegiatannya penuh dari pagi hingga malam hari. Mulai pagi setelah shalat subuh ada kajian rutin harian dengan topik yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dilanjutkan dengan aktifitas shalat duha yang selalu ada saja orang yang melakukannya pada waktu duha. Banyak pula para jemaah yang duduk bersimpuh samba membaca mushaf Al-Qur’an, sungguh merupakann pemandangan yang sangat indah dan menyejukan setiap mata yang memandangnya. Waktu dzuhur banyak pula orang yang berjam’ah melakukan shalat begitupun ashar, magrib, dan Isya. Dengan lingkungan yang seperti ini maka diharapkan para warga UPI akan terbina secara ruhani bukan hanya terdidik intelektualnya saja. Selanjutnya setiap malam selasa dan malam jum’at sehabis shalat magrib diadakan kajian keislaman yang terbuka untuk umum. Didalamnya mengkaji tentang keilmuan atau permasalahan umat yang sedang hangat dan aktual. Hal ini juga merupakan program-program yang sangat bermanfaat dan belum tentu kampus-kampus lain memilikinya. Oleh karena itu kita sebagai UPI sepatutnya berbangga hati dengan kampus kita tercinta ini.
Kedua, mata kuliah MKDU Pendidikan Agama Islam yang diintergrasikan dengan Program Tutorial dan BAQI. Tutorial adalah program yang berisikan kegiatan yang bersifat positif untuk membiasakan mahasiswa terutama mahasiswa baru dengan hal-hal yang bernuansa keislaman seperti Kuliah Duha dengan materi-materi yang relevan dengan pribadi seorang mahasiswa. Selain itu, dibiasakan pula membaca dzikir al-matsurat, dan shalat duha dan mentoring atau diskusi dengan kelompok-kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi kepribadian mahasiswa. Barangkali sebelumnya mereka tidak pernah melaksanakannya, namun dengan difasilitasi seperti ini, para mahasiswa diharapkan bisa terbiasa dan membiasakan diri dengan perkara-perkara yang memang sudah sewajarnya mereka lakukan sebagai seorang muslim. Selanjutnya, ada juga tes baca al-Qur’an yang merupakan syarat kelulusan mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan ini sifatnya wajib. Apabila nilai tes BAQI seorang mahasiswa tidak lulus maka hal ini akan berdampak pada nilai PAI-nya. MAhasiswa yang belum dikategorikan lulus atau berpredikat TM ( Tingkat mahir) atau TT ( Tingkat trampil ) maka akan diberikan bimbingan intensif dari pihak BAQI dan akan diadakan Mid Test dan Post Test. Program-program unggulan ini menunjukan bahwa UPI sedang melakukan aksi nyata untuk mewujudkan kampus yang bernuansa religius dan menerapkan suasana keislaman yang kental di kampus.  
Ketiga, Banyaknya UKM-UKM yang bernuansa keislaman. Hal ini menunjukan kesadaran mahasiswa UPI yang tinggi terhadap kemajuan Islam. UKM-UKM tersebut memiliki fokus yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama yaitu demi tegaknya nuansa religius islami di Kampus Bumi Siliwangi tercinta. Diantara UKM-UKM tersebut yaitu UKDM yang berfokus untuk menjadi sebuah UKM dakwah di UPI, BAQI yang memiliki misi untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan mahasiswa UPI, terutama mahasiswa baru, Kalam, UKM ini lebih terfokus pada kajian Islam, yaitu mengkaji hal-hal yang terkait dengan Keislaman, selain itu ada juga yang berupa UKM kepenulisan Islami, yaitu Al-Qolam UPI. Tidak ketinggalan, ada pula UKM keislaman yang fokusnya mengkaji masalah perekonomian dari sudut pandang Islam. Dengan hadirnya beberapa UKM tersebut diharapakan dapat memfasilitasi jiwa mahasiswa yang ingin berkontribusi nyata demi terwujudnya kampus UPI yang religius.
Keempat, Adanya program studi yang berkonsentrasi kepada pengkajian agama Islam yaitu Pendidikan Bahasa Arab dan yang masih berusia muda yaitu Prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam. Melalui program studi ini maka diharapkan dapat menjadikan penyeimbang bagi prodi-prodi lain di UPI. Kita patut berbangga dengan adanya kedua Prodi ini di kampus kita tercinta, karena tidak banyak Universitas yang mengadakan prodi yang bernuansa Islami.
Tentunya dengan beberapa indikator yang dikemukakan ini dapat menjadi penguat bahwa UPI patut memiliki motto yang diantaranya adalah Religius, karena kehidupan di UPI secara bertahap mulai menerapkan kebiasaan yang mencerminkan motto tersebut. Meskipun secara total belum terwujud kehidupan kampus yang religius, namun kita harus tetap optimis bahwa suatu saat nanti hal tersebut dapat dicapai apabila diiringi dengan kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh pihak terkait. Dalam mencapai suatu tempat yang tinggi saja diperlukan kerja keras untuk bisa sampai disana, apalagi dengan mimpi besar ini. Maka dengan semangat kebersamaan, mari kita bersama-sama mewujudkan UPI yang kata orang maknanya di plesetkan sebagai Universitas Pesantren Indonesia, karena seluruh aktivitas kampusnya bernuansa religius seperti halnya kehidupan di pesantren.
            Mengutip perkataan Aa Gym tentang prinsip 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai dari saat ini. Apapun yang bisa kita lakukan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya mimpi besar ini, maka lakukanlah. Karena suatu hal yang besar akan selalu diawali dengan hal-hal yang kecil yang seringkali dianggap hal yang tidak penting.
   

Nama                          :    Muhammad Irfan Ilmy
NIM                           :    1206179
Jurusan                       :    IPAI
Angkatan                    :    2012
No. Kontak                :    085323005975
Email                          :    irfanilmy@rocketmail.com












Filed Under :

0 komentar for "UPI, Orang Bilang Universitas Pesantren Indonesia, benarkah ?"

Post a Comment

background