UPI, Orang Bilang Universitas Pesantren
Indonesia, benarkah ?
Kampus merupakan tempat para mahasiswa
untuk memperdalam Ilmu pengetahuan secara lebih terfokus. Lain halnya dengan
ketika duduk di bangku SMA yang mata pelajarannya masih umum. Pembelajaran di
sekolah dan di kampus pun sangat berbeda. Hal ini terlihat dari prosesnya yang
ketika kita masih berada pada tataran sekolah, kita belajar dengan cara istilahnya
disuapi oleh guru. Sedangkan ketika kita sudah menjadi warga kampus atau
disebut mahasiswa cara, seperti itu sudah jarang dipakai atau bahkan
ditinggalkan, karena ketika di bangku kuliah, maka mahasiswa lah yang mencari
dan belajar sendiri. Dosen di kampus hanya sebagai fasilitator bagi sang
Mahasiswa.
Kualitas
sebuah kampus ditentukan dari banyak faktor. Faktor tersebut adalah dari para
mahasiswa sendiri, para pejabat kampus dan komponen- komponen terkait yang
senantiasa bekerja keras untuk mewujudkan kemajuan kampus dalam segala bidang. Hal
yang tidak kalah penting yaitu program- program yang diadakan oleh pihak kampus
sendiri. Program yang dicanangkan semestinya menjadikan satu anak tangga
tahapan menuju cita-cita besar mewujudkan kampus yang ideal. UPI, sebagai
kampus yang namanya sudah masyhur di Indonesia telah memilikinya dan dalam proses
pembenahan diri untuk menggeliat bangun menuju kampus yang berkualitas.
Salah satu hal yang saya kagum dengan UPI
adalah berkaitan dengan UPI yang bermotto
Religius. Motto ini harus kita acungi jempol lalu perlu didukung penuh. Tidak
banyak kampus yang berpikiran sampai ke arah seperti ini. Bahkan kebanyakan
kampus-kampus lain mementingkan akademik diatas segalanya. Padahal akademik
tanpa jiwa religius yang disandang, tentunya akan bermakna kosong dan hampa.
Percuma jika otak cerdas namun berhati culas semuanya tidak akan
berarti.
Mimpi besar untuk mewujudkan kampus UPI
yang religius perlu di direalisasikan, bukan hanya menjadi tempelan yang
menjadi hiasan di gedung masing- masing Fakultas. Semuanya tidak akan berguna
tanpa ada aksi untuk mewujudkannya. Mimpi hanya akan menjadi sekadar mimpi
belaka. Oleh karena itu segala upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pihak
terkait yang rindu dengan suasana UPI yang agamis patut kita berikan apresiasi
setinggi-tingginya sembari kita pun berkontribusi semampu kita sesuai bidang
yang kita tekuni saat ini.
Setidaknya ada beberapa indikator yang
menjadikan UPI sekarang sebagai Universitas yang bernuansa Religius.
Pertama,
Islamic Tutorial Center atau sering kita kenal dengan Al-Furqon selalu dipenuhi
oleh jemaah yang akan melaksanakan shalat berjama’ah atau untuk mendiskusikan
keilmuan agama dalam bentuk kajian-kajian kecil. Hal ini dipandang sangat baik
dan mencerminkan kehidupan kebanyakan warga UPI yang cenderung sudah
mengamalkan ajaran Islam. Nampaknya Al-Furqon tidak pernah sepi dari kunjungan
orang-orang yang akan melakukan berbagai aktifitas disana. Kegiatannya penuh dari pagi hingga malam hari.
Mulai pagi setelah shalat subuh ada kajian rutin harian dengan topik yang
dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dilanjutkan dengan
aktifitas shalat duha yang selalu ada saja orang yang melakukannya pada waktu
duha. Banyak pula para jemaah yang duduk bersimpuh samba membaca mushaf
Al-Qur’an, sungguh merupakann pemandangan yang sangat indah dan menyejukan
setiap mata yang memandangnya. Waktu dzuhur banyak pula orang yang berjam’ah
melakukan shalat begitupun ashar, magrib, dan Isya. Dengan lingkungan yang
seperti ini maka diharapkan para warga UPI akan terbina secara ruhani bukan
hanya terdidik intelektualnya saja. Selanjutnya setiap malam selasa dan malam
jum’at sehabis shalat magrib diadakan kajian keislaman yang terbuka untuk umum.
Didalamnya mengkaji tentang keilmuan atau permasalahan umat yang sedang hangat
dan aktual. Hal ini juga merupakan program-program yang sangat bermanfaat dan
belum tentu kampus-kampus lain memilikinya. Oleh karena itu kita sebagai UPI
sepatutnya berbangga hati dengan kampus kita tercinta ini.
Kedua, mata kuliah MKDU Pendidikan Agama Islam yang
diintergrasikan dengan Program Tutorial dan BAQI. Tutorial adalah program yang
berisikan kegiatan yang bersifat positif untuk membiasakan mahasiswa terutama
mahasiswa baru dengan hal-hal yang bernuansa keislaman seperti Kuliah Duha
dengan materi-materi yang relevan dengan pribadi seorang mahasiswa. Selain itu,
dibiasakan pula membaca dzikir al-matsurat, dan shalat duha dan mentoring atau
diskusi dengan kelompok-kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Hal ini
tentunya akan berdampak positif bagi kepribadian mahasiswa. Barangkali
sebelumnya mereka tidak pernah melaksanakannya, namun dengan difasilitasi
seperti ini, para mahasiswa diharapkan bisa terbiasa dan membiasakan diri
dengan perkara-perkara yang memang sudah sewajarnya mereka lakukan sebagai
seorang muslim. Selanjutnya, ada juga tes baca al-Qur’an yang merupakan syarat
kelulusan mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan ini sifatnya wajib. Apabila
nilai tes BAQI seorang mahasiswa tidak lulus maka hal ini akan berdampak pada
nilai PAI-nya. MAhasiswa yang belum dikategorikan lulus atau berpredikat TM (
Tingkat mahir) atau TT ( Tingkat trampil ) maka akan diberikan bimbingan
intensif dari pihak BAQI dan akan diadakan Mid Test dan Post Test. Program-program
unggulan ini menunjukan bahwa UPI sedang melakukan aksi nyata untuk mewujudkan kampus
yang bernuansa religius dan menerapkan suasana keislaman yang kental di kampus.
Ketiga, Banyaknya UKM-UKM yang bernuansa
keislaman. Hal ini menunjukan kesadaran mahasiswa UPI yang tinggi terhadap
kemajuan Islam. UKM-UKM tersebut memiliki fokus yang berbeda-beda, namun
memiliki tujuan yang sama yaitu demi tegaknya nuansa religius islami di Kampus
Bumi Siliwangi tercinta. Diantara UKM-UKM tersebut yaitu UKDM yang berfokus
untuk menjadi sebuah UKM dakwah di UPI, BAQI yang memiliki misi untuk memberantas
buta huruf Al-Qur’an di kalangan mahasiswa UPI, terutama mahasiswa baru, Kalam,
UKM ini lebih terfokus pada kajian Islam, yaitu mengkaji hal-hal yang terkait
dengan Keislaman, selain itu ada juga yang berupa UKM kepenulisan Islami, yaitu
Al-Qolam UPI. Tidak ketinggalan, ada pula UKM keislaman yang fokusnya mengkaji
masalah perekonomian dari sudut pandang Islam. Dengan hadirnya beberapa UKM
tersebut diharapakan dapat memfasilitasi jiwa mahasiswa yang ingin
berkontribusi nyata demi terwujudnya kampus UPI yang religius.
Keempat, Adanya program studi yang berkonsentrasi kepada
pengkajian agama Islam yaitu Pendidikan Bahasa Arab dan yang masih berusia muda
yaitu Prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam. Melalui program studi ini maka
diharapkan dapat menjadikan penyeimbang bagi prodi-prodi lain di UPI. Kita
patut berbangga dengan adanya kedua Prodi ini di kampus kita tercinta, karena
tidak banyak Universitas yang mengadakan prodi yang bernuansa Islami.
Tentunya dengan beberapa indikator yang
dikemukakan ini dapat menjadi penguat bahwa UPI patut memiliki motto yang
diantaranya adalah Religius, karena kehidupan di UPI secara bertahap mulai
menerapkan kebiasaan yang mencerminkan motto tersebut. Meskipun secara total
belum terwujud kehidupan kampus yang religius, namun kita harus tetap optimis
bahwa suatu saat nanti hal tersebut dapat dicapai apabila diiringi dengan kerja
keras dan kerja cerdas dari seluruh pihak terkait. Dalam mencapai suatu tempat
yang tinggi saja diperlukan kerja keras untuk bisa sampai disana, apalagi
dengan mimpi besar ini. Maka dengan semangat kebersamaan, mari kita
bersama-sama mewujudkan UPI yang kata orang maknanya di plesetkan
sebagai Universitas Pesantren Indonesia, karena seluruh aktivitas kampusnya
bernuansa religius seperti halnya kehidupan di pesantren.
Mengutip
perkataan Aa Gym tentang prinsip 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari
hal terkecil, dan mulai dari saat ini. Apapun yang bisa kita lakukan untuk
memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya mimpi besar ini, maka
lakukanlah. Karena suatu hal yang besar akan selalu diawali dengan hal-hal yang
kecil yang seringkali dianggap hal yang tidak penting.
Nama
: Muhammad Irfan Ilmy
NIM :
1206179
Jurusan :
IPAI
Angkatan :
2012
No. Kontak :
085323005975
Email :
irfanilmy@rocketmail.com
0 komentar for "UPI, Orang Bilang Universitas Pesantren Indonesia, benarkah ?"
Post a Comment