Wednesday, 29 January 2014

Tentang Maut




Oleh :
Muhammad Irfan Ilmy

Sumber gambar disini 

Setiap yang bernafas pasti akan mengalami saat dimana kematian menjemput. Manusia, hewan bahkan tumbuhan pun akan mengalami hal ini. Terlebih manusia, yang notabene berbeda dengan hewan. Hewan sesudah mati hanya akan bersatu dengan tanah. Tidak ada kelanjutan dan perhitungan bagi hewan dan sejenisnya. Berbeda halnya dengan manusia, kematian yang dialami oleh manusia merupakan awal dari pertanggung jawaban terhadap perilakunya selama di dunia. Pada hakikatnya kehidupan yang diamanahkan oleh Allah kepada manusia menuntut sebuah tanggung jawab, untuk apa waktu hidupnya dihabiskan selama berada di alam dunia, untuk kebaikan atau malah sebaliknya ?
Sangat keliru jika manusia menganggap kehidupannya di dunia akan kekal abadi. Padahal sangat gamblang Allah menjelaskan baik dalam Alquran dan Sunnah Rasul bahwa alam dunia ini akan mengalami kebinasaan yang biasa disebut hari akhir (hari kiamat). Setelah itu pun manusia mendapat ganjaran tergantung amal perbuatannya selama di dunia. Tidak ada pahala atau dosa sedikitpun yang terlepas dari pengadilan Allah. Allah swt. menyediakan surga bagi para hambanya yang diridhai dan menjalankan setiap ketentuan berupa perintah dari-Nya. Sementara, bagi para pelaku maksiat dan yang masa-masa di dunianya diisi dengan kedzaliman baik terhadap diri terlebih kepada orang lain maka tempat kembalinya adalah neraka yang merupakan adzab yang sangat pedih.
Namun, pada kenyataannya banyak diantara kita yang melupakan saat-saat kematian yang mencekam. Kesenangan dunia menutupi pandangan terhadap kehidupan sesudahnya. Manusia lalai dan terbuai dengan hingar bingar dunia. Dalam istilah arabnya kita mengenal Wahn, yakni cinta dunia dan takut mati.
Bagi sebagian orang yang senantiasa melakukan amal yang buruk kematian merupakan momok menyeramkan yang sebisa mungkin dihindarinya. Mereka sangat ketakutan dengan kematian ini. Karena pada hati kecilnya mereka pun merasa bahwa perbuatan yang senantiasa dilakukannya merupakan kesia-siaan belaka. Namun, disebabkan iman di dalam hati yang lemah, ia terlarut semakin dalam dengan kebiasaan buruknya tersebut.
Lain halnya dengan para hamba Allah yang taat dan sangat yakin dengan kehidupan setelah mati. Mereka rindu dengan kematian. Mereka ingin secepatnya menuai hasil dari amal perbuatan baiknya selama di dunia. Balasan dari Allah berupa kesenangan telah menantinya. Dan mati merupakan gerbang menuju kebahagiaan yang telah jauh-jauh hari dijanjikan oleh-Nya.
Berbicara mengenai kematian, entah mengapa saya begitu tertarik walaupun terkadang agak merinding juga. Akan tetapi, jika kita memiliki spirit bahwa hari ini kita merasa sebagai hari terkahir dalam hidup dapat dipastikan motivasi untuk beramal akan sangat tinggi. Dan secara otomatis perbuatan yang dianggap tidak mendatangkan kemanfaatan akan dihindari sejauh mungkin.
Pernah suatu saat di sebuah kelas perkuliahan ada seorang Dosen yang berbicara mengenai kematian. Beliau menceritakan bahwa pada akhir-akhir ini beliau selalu mencium aroma wangi yang entah sumbernya dari mana. Beliau tiba-tiba meminta maaf jika memiliki banyak kesalahan selama mengajari kami. Beliau mengatakan bahwa ini secara spontan ingin dia katakan tanpa ada motif apapun. Sejak saat itu, saya pun ingin mengalami hal serupa seperti yang dialami beliau (Dosen saya). Saya ingin mendapatkan spirit lebih dalam menjalani kehidupan ini. Dan saya rasa selalu ingat pada kematian merupakan motivasi internal yang daya tahannya akan permanen jika bisa diinternalisasikan pada diri kita.
Setiap manusia tak pernah tahu kapan ia akan dijemput pulang oleh malaikat maut. Kenapa Allah merahasiakannya ? mungkin salah satu hikmahnya agar kita senantiasa waspada dan melakukan kebaikan dimanapun dan kapanpun. Dari beberapa bacaan dijelaskan bahwa sakaratul maut itu sungguh mengerikan. Dan sudah sepatutnya kita berlindung kepada Allah dari dahsyatnya tatkala nyawa dicabut dari tubuh kita tersebut.
Wallahu A’lam,
Tidak ada niat untuk menakut-nakuti, hanya ingin berbagi apa yang ada di pikiran saya saja. Mohon koreksiannya jika ada kekeliruan. 


Filed Under :

0 komentar for "Tentang Maut"

Post a Comment

background