Tuesday, 15 January 2013

Pejuang yang lembut hatinya

Pejuang yang lembut hatinya

Tak akan terbalaskan oleh apapun derai air mata kasih sayangmu itu
Engkau membawa aku kemanapun langkah kakimu berlalu 
Rindu akan sesosok nafas mengalahkan kesakitanmu
Ia tahan sebuah berat di perutnya  dua ratus tujuh puluh jam dengan kelu
Makanan, walaupun hanya sesuap kau bagikan setengah buatku
Amatlah banyak pemberinmu pada aku yang tak tahu malu duhai wanita berhati mulia

Kisahnya tak lantas berakhir sampai sana
Awal cerita dimulai ketika mata kecil permata hatinya menatap dunia
Semenjak nafas baru mulai berdetak jantungnya
Ia bertambah berat memikul beban memerdekakan hak permata hatinya
Hangat kasihnya namun mampu memenangkan berbagai perang di hidupnya 

Ibarat gerimis hujan ditengah kemarau
Begitulah pertarungan yang senantiasa bunda lakukan untuk hidupku
Untuk membuat keadaan hidup ini lebih lebih  layak lagi

Kobaran semangat di hatimu tak pernah padam
meski sedetik

aku kini telah merdeka dari kesakitan
dari kelaparan
dari haus kasih dan cinta
terima kasih ibu
hanya itu yang dapat kuucap

hingga bila Aku berikan apapun yang bisa kulakukan
tak akan sebanding dengan jasa yang telah diberikan

maka,
“bila ananda ingin aku senang
belajarlah setingginya dan buat aku bangga
hanya itu keinginanku”, dia hanya berkata


Filed Under :

0 komentar for "Pejuang yang lembut hatinya"

Post a Comment

background