Pejuang yang lembut hatinya
Tak akan terbalaskan oleh apapun derai air mata kasih sayangmu itu
Engkau membawa aku kemanapun langkah kakimu berlalu
Rindu akan sesosok nafas mengalahkan kesakitanmu
Ia tahan sebuah berat di perutnya
dua ratus tujuh puluh jam dengan kelu
Makanan, walaupun hanya sesuap kau bagikan setengah buatku
Amatlah banyak pemberinmu pada aku yang tak tahu malu duhai wanita
berhati mulia
Kisahnya tak lantas berakhir sampai sana
Awal cerita dimulai ketika mata kecil permata hatinya menatap dunia
Semenjak nafas baru mulai berdetak jantungnya
Ia bertambah berat memikul beban memerdekakan hak permata hatinya
Hangat
kasihnya namun mampu memenangkan berbagai perang di hidupnya
Ibarat gerimis hujan ditengah kemarau
Begitulah pertarungan yang senantiasa bunda lakukan untuk hidupku
Untuk membuat keadaan hidup ini lebih lebih layak lagi
Kobaran semangat di hatimu tak pernah padam
meski sedetik
aku kini telah merdeka dari kesakitan
dari kelaparan
dari haus kasih dan cinta
terima kasih ibu
hanya itu yang dapat kuucap
hingga bila Aku berikan apapun yang bisa kulakukan
tak akan sebanding dengan jasa yang telah diberikan
maka,
“bila ananda ingin aku senang
belajarlah setingginya dan buat aku bangga
hanya itu keinginanku”, dia hanya berkata
0 komentar for "Pejuang yang lembut hatinya"
Post a Comment