Andai aku diamanahi sebagai ketua KPK
Waduh,
pastinya jika saya diamanahi menjadi seorang ketua KPK,
saya akan menangis sejadi- jadinya. Emang kenapa ??? tugas ini sangat berat,
sangat berat,,bukannya saya senang, saya malah sedih karena takut menanggung
amanah ini . Amanah ini sangat besar. Kalau saya salah langkah bisa- bisa
jabatan itu akan melahap saya hidup- hidup.
Menjadi
seorang pemimpin itu hakikatnya menjadi pelayan. Kita bertugas menjadi pelayan
bagi orang- orang yang kita pimpin. Jangan harap jadi pemimpin itu enak, susah
tau. Harus meluruskan niat selurus- lurusnya. Kalau niat kita tidak lurus, maka
semua upaya yang kita lakukan hanya akan menjadikan keletihan pada diri saja,
dan kalaupun berhasil upaya kita itu, ya hanya sebatas berhasil, tidak ada
nilai tambahnya.
Jika niat
kita menjadi seorang pimpinan hanya untuk mencari materi maka kita hanya akan
mendapatkan kerugian,,,, kalaupun untuk ya hanya saat itu saja,,,akan habis
ketika itu dan tidak akan berkah.
Bingung juga
jika saya nanti menjadi seorang ketua KPK. Lembaga
KPK adalah musuh yang paling menyeramkan bagi
sosok seorang koruptor. Apalagi nanti saya seorang ketuanya, pastinya para
koruptor akan sangat membenci saya. Tentunya bakal ada upaya melindungi diri
dari para koruptor tersebut. Upayanya adalah apa saja yang penting dia bisa
aman. Wong mereka punya banyak pundi- pundi rupiah hasil dari rampokan
mereka. langkah pertama yang diambil
adalah meminta perlindungan kepada sang Maha Pelindung untuk melindungi seluruh
aktivitas, upaya memberantas korupsi, dan seluruh orang- orang yang saya kasihi dari
tekanan MAPIA RUPIAH ITU. Otak saya tidaklah penuh dengan ilmu- ilmu,,,yang
saya ketahui tidak lah banyak melainkan hanya secuil ujung kuku pun sepertinya
tidak. Saya harus meminta pentunjuk kepada- Nya agar diberikan solusi terbaik
dalam pengambilan alteratif tindakan yang harus dilakukan. Baru setelah itu
tentunya saya akan dibimbing oleh- Nya untuk mengambil suatu jalan yang benar
dalam hal tindakan nyata membasmi korupsi di negeri ini.
Lalu, apa formula tepat, cepat, dan jitu untuk
membantai habis para koruptor bejat itu ?...
eng ing
eng…..otak berlarian mencari solusi dan pemecahan terbaik. Dan ada petunjuk
nih….
Ternyata yang
paling pertama adalah saya harus belajar ilmu agama terlebih dahulu ke empunya hingga
pemahaman saya matang matang dan kokoh. Karena itulah benteng satu- satunya
agar saya tidak terjerumus ke dalam lembah nista KORUPSI. Bisa saja suatu saat
saya akan disuap oleh Sang Koruptor, maka kalau iman tidak kuat saya berpotensi
untuk tergiur tawaran bersekutu dengan mereka. Sangat tidak lucu.. seorang
pimpinan pemberantas korupsi malah membantu mereka lepas dari hukuman.
Setelah ilmu
agama kuat,, saya mencari rekan- rekan ahli yang paham mengenai kasus korupsi
di negeri ini. Saya akan gaet mereka dan menjadikannya sebagai sebuah keluarga
dan memberikan pencerahan untuk meluruskan visi membasmi benalu- benalu Negara,
yakni koruptor. Seorang pemimpin itu tidak mesti mutlak tahu segalanya, tapi
mampu mencari orang yang lebih tahu untuk kemudian ditempatkan diposisi yang
tepat untuknya. Itu akan menjadikan lembaga yang dipimpin menjadi lembaga yang
kokoh dan berpotensi berhasil mewujudkan visi besarnya. Dalam hal ini,, visi
saya nanti ( hanya berandai- andai ) yaitu “ memberantas perbuatan koruptor
sampai akar- akarnya “.
Pangkal dari
perbuatan korupsi itu adalah dari kebiasaan masa kecil seseorang. Korupsi mulai
tumbuh dari hal- hal kecilan, dan perilaku mencontek adalah salah satunya. Maka
harus ada upaya memberantas bibitnya agar induknya tidak akan memiliki generasi
penerusnya. Upaya yang dilakukan adalah berkerja sama dengan departemen
terkait, dalam hal ini departemen pendididikan untuk lebih menggencarkan lagi sistem
pendidikan di negeri kita tercinta, agar menutup peluang perilaku mencontek.
Dengan begitu korupsi dini bisa dihindari.
Tindakan
kongkrit untuk menghukum para koruptor adalah :
Ø
Menghukumnya setimpal dengan perbuatannya. Koruptor ini nyatanya tidak memiliki
kepekaan sosial terhadap orang- orang yang haknya ia rampas. Maka iapun ahrus
merasakan bagaimana haknya direnggut. Ia harus mempertanggung jawabkan
perbuatannya.
Ø
Membuat pesantren khusus koruptor. mereka akan dididik dan diberikan
pencerahan terkait masalah spiritual. Karena pada hakikatnya mereka melakukan
perbuatan tersebut adalah karena ada yang bermasalah dengan jiwa spiritualnya. Jangan
salah mereka itu bisa mencuri sedemikian besar itu lantaran ilmu mereka sangat
tinggi namun tidak dibarengi dengan moral dan akhlak yang baik, sehingga mereka
keblinger dengan kepintarannya. Dengan pembinaan di pesantren diharapkan
mereka bisa bertobat dan mungkin tidak menutup kemungkinan mereka malah menjadi
seorang da’i yang bisa sedikit menebus kesalahannya dimasa lalu dengan secercah
kebaikan.
Ø
Tegas dalam menentukan hukuman. Kalau dipikir- pikir jika orang yang
mencuri kita potong tangannya maka besar kemungkinan mereka akan kapok. Jika
mereka tetap ngeyel kita potong lagi yang satunya, eh masih tetap penasaran,
kakinya sekarang kita buntungi dan begitu seterusnya sampai mereka jera. Dengan
begitu diharapkan orang yang akan berniat mencuri uang dengan jumlah besar ini
akan berpikir seribu, sepuluh ribu bahkan jutaan kali untuk melakukannya.
Mereka akan takut dengan konsekuensi yang akan mereka terima dari perbuatan
bejatnya. Hukuman ini terkesan sadis
bila dilihat secara sekilas. Namun inilah hal yang paling mantap untuk
dijadikan solusi. Karena kasus korupsi kian hari kian merajalela, mereka yang
berbuat seakan- akan mudah untuk melakukannya yang diakibatkan dari sanksi yang
tidak tegas. Mereka mungkin akan berpikiran mending mendekam di jeruji besi 5
tahun dan sesudah bebas bisa kembali menikmati harta rampasannyan terdahulu.
Enak banget mereka,,,
Ø
Diasingkan dari kehidupan masyarakat. Dengan cara ini mereka akan menyadari betapa
berharganya orang- orang yang ada disekitarnya. Bahkan mungkin sebenarnya
mereka itu adalah orang- orang yang ia dzalimi..
Mungkin,,
hanya itu angan-angan saya bila suatu saat jadi ketua KPK,,
Pemberantasan korupsi menjadi sebuah tugas yang berat, namun dengan semangat
kita bersama hal tersebut pasti akan bisa dilakukan dengan maksimal ,tapi
itu hanya sebatas angan- angan tidak lebih.
Maaf apabila
ada yang tersakiti hatinya dan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan
untuk membaca tulisan ini…semoga bermanfaat.
Teman- teman pembaca juga bisa melihat tulisan ini di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/359/Muhammad%20Irfan%20Ilmy.html
Teman- teman pembaca juga bisa melihat tulisan ini di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/359/Muhammad%20Irfan%20Ilmy.html
0 komentar for "Andai aku diamanahi sebagai ketua KPK"
Post a Comment