Friday, 2 November 2012

Andai aku diamanahi sebagai ketua KPK


Andai aku diamanahi sebagai ketua KPK

Waduh, pastinya jika saya diamanahi menjadi seorang ketua KPK, saya akan menangis sejadi- jadinya. Emang kenapa ??? tugas ini sangat berat, sangat berat,,bukannya saya senang, saya malah sedih karena takut menanggung amanah ini . Amanah ini sangat besar. Kalau saya salah langkah bisa- bisa jabatan itu akan melahap saya hidup- hidup.
Menjadi seorang pemimpin itu hakikatnya menjadi pelayan. Kita bertugas menjadi pelayan bagi orang- orang yang kita pimpin. Jangan harap jadi pemimpin itu enak, susah tau. Harus meluruskan niat selurus- lurusnya. Kalau niat kita tidak lurus, maka semua upaya yang kita lakukan hanya akan menjadikan keletihan pada diri saja, dan kalaupun berhasil upaya kita itu, ya hanya sebatas berhasil, tidak ada nilai tambahnya.
Jika niat kita menjadi seorang pimpinan hanya untuk mencari materi maka kita hanya akan mendapatkan kerugian,,,, kalaupun untuk ya hanya saat itu saja,,,akan habis ketika itu dan tidak akan berkah.
Bingung juga jika saya nanti menjadi seorang ketua KPK. Lembaga KPK adalah musuh yang paling menyeramkan bagi sosok seorang koruptor. Apalagi nanti saya seorang ketuanya, pastinya para koruptor akan sangat membenci saya. Tentunya bakal ada upaya melindungi diri dari para koruptor tersebut. Upayanya adalah apa saja yang penting dia bisa aman. Wong mereka punya banyak pundi- pundi rupiah hasil dari rampokan mereka.  langkah pertama yang diambil adalah meminta perlindungan kepada sang Maha Pelindung untuk melindungi seluruh aktivitas, upaya memberantas korupsi, dan  seluruh orang- orang yang saya kasihi dari tekanan MAPIA RUPIAH ITU. Otak saya tidaklah penuh dengan ilmu- ilmu,,,yang saya ketahui tidak lah banyak melainkan hanya secuil ujung kuku pun sepertinya tidak. Saya harus meminta pentunjuk kepada- Nya agar diberikan solusi terbaik dalam pengambilan alteratif tindakan yang harus dilakukan. Baru setelah itu tentunya saya akan dibimbing oleh- Nya untuk mengambil suatu jalan yang benar dalam hal tindakan nyata membasmi korupsi di negeri ini.
Lalu,  apa formula tepat, cepat, dan jitu untuk membantai habis para koruptor bejat itu ?...
eng ing eng…..otak berlarian mencari solusi dan pemecahan terbaik. Dan ada petunjuk nih….
Ternyata yang paling pertama adalah saya harus belajar ilmu agama terlebih dahulu ke empunya hingga pemahaman saya matang matang dan kokoh. Karena itulah benteng satu- satunya agar saya tidak terjerumus ke dalam lembah nista KORUPSI. Bisa saja suatu saat saya akan disuap oleh Sang Koruptor, maka kalau iman tidak kuat saya berpotensi untuk tergiur tawaran bersekutu dengan mereka. Sangat tidak lucu.. seorang pimpinan pemberantas korupsi malah membantu mereka lepas dari hukuman.
Setelah ilmu agama kuat,, saya mencari rekan- rekan ahli yang paham mengenai kasus korupsi di negeri ini. Saya akan gaet mereka dan menjadikannya sebagai sebuah keluarga dan memberikan pencerahan untuk meluruskan visi membasmi benalu- benalu Negara, yakni koruptor. Seorang pemimpin itu tidak mesti mutlak tahu segalanya, tapi mampu mencari orang yang lebih tahu untuk kemudian ditempatkan diposisi yang tepat untuknya. Itu akan menjadikan lembaga yang dipimpin menjadi lembaga yang kokoh dan berpotensi berhasil mewujudkan visi besarnya. Dalam hal ini,, visi saya nanti ( hanya berandai- andai ) yaitu “ memberantas perbuatan koruptor sampai akar- akarnya “.
Pangkal dari perbuatan korupsi itu adalah dari kebiasaan masa kecil seseorang. Korupsi mulai tumbuh dari hal- hal kecilan, dan perilaku mencontek adalah salah satunya. Maka harus ada upaya memberantas bibitnya agar induknya tidak akan memiliki generasi penerusnya. Upaya yang dilakukan adalah berkerja sama dengan departemen terkait, dalam hal ini departemen pendididikan untuk lebih menggencarkan lagi sistem pendidikan di negeri kita tercinta, agar menutup peluang perilaku mencontek. Dengan begitu korupsi dini bisa dihindari.
Tindakan kongkrit untuk menghukum para koruptor adalah :
Ø  Menghukumnya setimpal dengan perbuatannya. Koruptor ini nyatanya tidak memiliki kepekaan sosial terhadap orang- orang yang haknya ia rampas. Maka iapun ahrus merasakan bagaimana haknya direnggut. Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Ø  Membuat pesantren khusus koruptor. mereka akan dididik dan diberikan pencerahan terkait masalah spiritual. Karena pada hakikatnya mereka melakukan perbuatan tersebut adalah karena ada yang bermasalah dengan jiwa spiritualnya. Jangan salah mereka itu bisa mencuri sedemikian besar itu lantaran ilmu mereka sangat tinggi namun tidak dibarengi dengan moral dan akhlak yang baik, sehingga mereka keblinger dengan kepintarannya. Dengan pembinaan di pesantren diharapkan mereka bisa bertobat dan mungkin tidak menutup kemungkinan mereka malah menjadi seorang da’i yang bisa sedikit menebus kesalahannya dimasa lalu dengan secercah kebaikan.
Ø  Tegas dalam menentukan hukuman. Kalau dipikir- pikir jika orang yang mencuri kita potong tangannya maka besar kemungkinan mereka akan kapok. Jika mereka tetap ngeyel kita potong lagi yang satunya, eh masih tetap penasaran, kakinya sekarang kita buntungi dan begitu seterusnya sampai mereka jera. Dengan begitu diharapkan orang yang akan berniat mencuri uang dengan jumlah besar ini akan berpikir seribu, sepuluh ribu bahkan jutaan kali untuk melakukannya. Mereka akan takut dengan konsekuensi yang akan mereka terima dari perbuatan bejatnya.  Hukuman ini terkesan sadis bila dilihat secara sekilas. Namun inilah hal yang paling mantap untuk dijadikan solusi. Karena kasus korupsi kian hari kian merajalela, mereka yang berbuat seakan- akan mudah untuk melakukannya yang diakibatkan dari sanksi yang tidak tegas. Mereka mungkin akan berpikiran mending mendekam di jeruji besi 5 tahun dan sesudah bebas bisa kembali menikmati harta rampasannyan terdahulu. Enak banget mereka,,,
Ø  Diasingkan dari kehidupan masyarakat. Dengan cara ini mereka akan menyadari betapa berharganya orang- orang yang ada disekitarnya. Bahkan mungkin sebenarnya mereka itu adalah orang- orang yang ia dzalimi..
Mungkin,, hanya itu angan-angan saya bila suatu saat jadi ketua KPK,, Pemberantasan korupsi menjadi sebuah tugas yang berat, namun dengan semangat kita bersama hal tersebut pasti akan bisa dilakukan dengan maksimal ,tapi itu hanya sebatas angan- angan tidak lebih.  
Maaf apabila ada yang tersakiti hatinya dan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk membaca tulisan ini…semoga bermanfaat.  

Teman- teman pembaca juga bisa melihat tulisan ini di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/359/Muhammad%20Irfan%20Ilmy.html 

Filed Under :

0 komentar for "Andai aku diamanahi sebagai ketua KPK"

Post a Comment

background