REFERENSI ILMU PALING LENGKAP
Dewasa ini kita hidup dalam zaman yang serba canggih.
Segalanya bisa dipermudah dengan hasil dari perkembangan pesat teknologi. Dalam
hitungan menit bahkan detik sekalipun kita bisa bertegur sapa dengan orang di
ujung dunia sekalipun. Kita bisa mengakses informasi dari Negara- negara yang
letaknya sangat jauh. Ini contoh kongkrit dari metamorfosis teknologi berupa
alat komunikasi.
Lantas, apakah kita sebagai orang Islam memiliki
konsep- konsep ajaib tentang teknologi tersebut ? Jawabannya tentu saja punya.
Bahkan punya banget. Kita sebagai orang Islam punya kitab induk ilmu
pengetahuan. Sebut saja itu Al-Qur’anul Karim. Sebuah kitab yang tidak pernah
lapuk ditelan kelembaban zaman yang mulai mengganas. Jadi, kita patut berbangga
bisa memeluk agama yang sempurna ini. Selain itu, kita sepatutnya beryukur atas
karunia ini. Salah satu manifestasi wujud rasa syukur kita adalah dengan
menyelami kitab tadi sampai ke dasarnya.
Sebagai insan akademik yang selalu berkutat dengan
setumpuk buku, kita seharusnya menjadikan Al-Qur’an ini sebagai referensi utama
dan yang pertama kita baca. Tentunya tidak hanya membaca dalam arti sebenarnya
saja. Melainkan membaca sampai memahami dan benar- benar mengerti maksud atau
makna yang terkandung dalam ayat yang kita baca di dalam Al-Qur’an itu.
Al-Qur’an itu merupakan sumber dari Ilmu Pengetahuan.
Di dalamnya tercantum berbagai macam ilmu.
Meskipun secara global, tidak secara rinci namun Al-Qur’an selalu
menawarkan solusi atas setiap kebingungan umat manusia yang lemah. Kalau saya
ibaratkan, secara kasarnya, Al-Qur’an itu sebagai “contekan” yang didalamnya
termaktub pikiran utamanya, dan kita dituntut untuk mampu menjabarkannya.
Peta konsep aturan- aturan hidup telah terlukis indah
dalam kalam Allah SWT ini. Ayat tentang hukum, sejarah, ketauhidan, sampai ilmu
pengetahuan semuanya ada dalam Al-Qur’an. Permasalahannya apakah kita mau atau
tidak untuk menggalinya.
Rasulullah saw. bersabda
yang artinya :
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al
Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh
kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu
huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)
Melihat hadits tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an
itu mendatangkan pahala yang sangat besar. Terlebih lagi apabila kita mengkaji
makna yang terkandung di dalamnya. Pastilah Allah swt. membalas dengan balasan
yang berlipat ganda. Selain menyejukan dan menentramkan hati, kita pun akan
mendapati ilmu- ilmu yang bermanfaat, salah satunya tentang inspirasi untuk
menciptakan sebuah teknologi.
Salah seorang Dosen saya pernah berujar : “Kamu kan
dulu ingin masuk jurusan Ilmu Komputer, tapi nyatanya tidak diterima. Sekarang
kamu kuliah di Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Islam maka kembangkanlah komputer di
jurusan ini. Jadikan itu sebagai penunjang keberhasilan mengajarkan ilmu- ilmu
keislaman. Teknologi itu hanya sebagai sarana. sedangkan tujuan akhirnya adalah
untuk meraih Ilmu Pengetahuan”. Kata- kata tersebut ternyata ampuh untuk membuat saya betah di
jurusan ini sekarang. Tujuan mencari ilmu memang sejatinya adalah untuk semakin
menambah kedekatan kita kepada Allah swt. Bukan malah menjadikan kita sombong dan
takabur.
Di jurusan ini (IPAI) ternyata saya mendapatkan sebuah
pencerahan bahwa sebenarnya memang teknologi itu adalah ilmu orang Islam. Bukan
ilmu kafir. Dulu, saya memang sempat berpikir bahwa buat apa mempelajari banyak
hal tentang keduniawian (sebut : Teknologi ) hanya buang- buang waktu saja . Tapi
ternyata pandangan itu keliru. Justru dengan adanya teknologi akan mempermudah
jalan kita memperoleh Ilmu. Dan, dengan ilmu itu kita bisa bahagia di akhirat,
juga di dunia tentunya. Karena beramal tanpa ilmu hanyalah sia- sia belaka.
Namun, tentunya kita harus pandai menempatkan
teknologi pada tempatnya. Kita harus memposisikannya sebagai sarana menggapai
Ilmu. Kita mesti mengendalikannya, bukan malah kita yang diperbudak olehnya.
Wallahu a’lam bish shawab.
Muhammad Irfan Ilmy
*Penulis adalah
mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Islam 202
Juara 2 pada Lomba Esai FPTK Islamic Fair UPI 203
0 komentar for "REFERENSI ILMU PALING LENGKAP "
Post a Comment