Saturday, 16 February 2013

REFERENSI ILMU PALING LENGKAP



REFERENSI ILMU PALING LENGKAP

Dewasa ini kita hidup dalam zaman yang serba canggih. Segalanya bisa dipermudah dengan hasil dari perkembangan pesat teknologi. Dalam hitungan menit bahkan detik sekalipun kita bisa bertegur sapa dengan orang di ujung dunia sekalipun. Kita bisa mengakses informasi dari Negara- negara yang letaknya sangat jauh. Ini contoh kongkrit dari metamorfosis teknologi berupa alat komunikasi.
Lantas, apakah kita sebagai orang Islam memiliki konsep- konsep ajaib tentang teknologi tersebut ? Jawabannya tentu saja punya. Bahkan punya banget. Kita sebagai orang Islam punya kitab induk ilmu pengetahuan. Sebut saja itu Al-Qur’anul Karim. Sebuah kitab yang tidak pernah lapuk ditelan kelembaban zaman yang mulai mengganas. Jadi, kita patut berbangga bisa memeluk agama yang sempurna ini. Selain itu, kita sepatutnya beryukur atas karunia ini. Salah satu manifestasi wujud rasa syukur kita adalah dengan menyelami kitab tadi sampai ke dasarnya.
Sebagai insan akademik yang selalu berkutat dengan setumpuk buku, kita seharusnya menjadikan Al-Qur’an ini sebagai referensi utama dan yang pertama kita baca. Tentunya tidak hanya membaca dalam arti sebenarnya saja. Melainkan membaca sampai memahami dan benar- benar mengerti maksud atau makna yang terkandung dalam ayat yang kita baca di dalam Al-Qur’an itu.
Al-Qur’an itu merupakan sumber dari Ilmu Pengetahuan. Di dalamnya tercantum berbagai macam ilmu.  Meskipun secara global, tidak secara rinci namun Al-Qur’an selalu menawarkan solusi atas setiap kebingungan umat manusia yang lemah. Kalau saya ibaratkan, secara kasarnya, Al-Qur’an itu sebagai “contekan” yang didalamnya termaktub pikiran utamanya, dan kita dituntut untuk mampu menjabarkannya.

Peta konsep aturan- aturan hidup telah terlukis indah dalam kalam Allah SWT ini. Ayat tentang hukum, sejarah, ketauhidan, sampai ilmu pengetahuan semuanya ada dalam Al-Qur’an. Permasalahannya apakah kita mau atau tidak untuk menggalinya.
Rasulullah saw. bersabda yang artinya :
  
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

Melihat hadits tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an itu mendatangkan pahala yang sangat besar. Terlebih lagi apabila kita mengkaji makna yang terkandung di dalamnya. Pastilah Allah swt. membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Selain menyejukan dan menentramkan hati, kita pun akan mendapati ilmu- ilmu yang bermanfaat, salah satunya tentang inspirasi untuk menciptakan sebuah teknologi.
Salah seorang Dosen saya pernah berujar : “Kamu kan dulu ingin masuk jurusan Ilmu Komputer, tapi nyatanya tidak diterima. Sekarang kamu kuliah di Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Islam maka kembangkanlah komputer di jurusan ini. Jadikan itu sebagai penunjang keberhasilan mengajarkan ilmu- ilmu keislaman. Teknologi itu hanya sebagai sarana. sedangkan tujuan akhirnya adalah untuk meraih Ilmu Pengetahuan”. Kata- kata tersebut  ternyata ampuh untuk membuat saya betah di jurusan ini sekarang. Tujuan mencari ilmu memang sejatinya adalah untuk semakin menambah kedekatan kita kepada Allah swt. Bukan malah menjadikan kita sombong dan takabur.
Di jurusan ini (IPAI) ternyata saya mendapatkan sebuah pencerahan bahwa sebenarnya memang teknologi itu adalah ilmu orang Islam. Bukan ilmu kafir. Dulu, saya memang sempat berpikir bahwa buat apa mempelajari banyak hal tentang keduniawian (sebut : Teknologi ) hanya buang- buang waktu saja . Tapi ternyata pandangan itu keliru. Justru dengan adanya teknologi akan mempermudah jalan kita memperoleh Ilmu. Dan, dengan ilmu itu kita bisa bahagia di akhirat, juga di dunia tentunya. Karena beramal tanpa ilmu hanyalah sia- sia belaka.
Namun, tentunya kita harus pandai menempatkan teknologi pada tempatnya. Kita harus memposisikannya sebagai sarana menggapai Ilmu. Kita mesti mengendalikannya, bukan malah kita yang diperbudak olehnya.

Wallahu a’lam bish shawab.

Muhammad Irfan Ilmy

*Penulis adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Islam 202

   Juara 2 pada Lomba Esai FPTK Islamic Fair UPI 203






Filed Under :

0 komentar for "REFERENSI ILMU PALING LENGKAP "

Post a Comment

background